target rata-rata 9.9% lebih rendah
$162.00
Konsensus pasar soal TTM Technologies (TTMI) saat ini kira-kira seperti ini: anggaran pertahanan naik, infrastruktur AI meledak, dan di sinilah perusahaan yang memasok papan sirkuit cetak (PCB) dan rakitan frekuensi radio (RF) ke kedua “aliran dana” tersebut. Narasi “ikuti arus” (tailwind) ini terdengar sangat mudah. Dan di pasar ini, ketika ada sesuatu yang terlihat terlalu mudah, saya lebih memilih mencatat daripada buru-buru mengeluarkan dompet.
Masalahnya begini—narasi yang memuja “angin segar” ini justru menutupi fakta bahwa, pada intinya, ini adalah bisnis manufaktur yang siklikal, padat modal, dan memiliki hambatan masuk (moat) yang rendah. Di industri ini, kekuatan harga hanyalah dongeng yang sering kita baca di laporan tahunan sektor lain. Papan sirkuit yang dibuat TTM memang esensial, sama halnya dengan semen. Tapi itu tidak berarti Anda dibayar mahal hanya karena membuatnya.
Perusahaan ini terjebak di posisi yang canggung: terlalu terspesialisasi untuk disebut sekadar pemain komoditas, tapi tidak cukup unik untuk lepas dari tekanan harga komoditas. Saya sudah sering melihat dinamika ini di kalangan produsen PCB, dan jarang sekali berakhir dengan investor yang merasa diri mereka jenius.
Mari kita bicara angka nyata. Saham ini diperdagangkan di harga $149.01, sudah melampaui target konsensus analis di $134.25. Selisih ini saja sudah cukup untuk membuat kita berpikir ulang. Margin operasi perusahaan hanya 9,1% dengan laba operasi $264,7 juta. Ketika margin operasi Anda lebih mirip rantai toko kelontong daripada perusahaan teknologi, perbincangan soal valuasi bukan lagi tentang “kelipatan (multiple) berapa yang pantas,” melainkan “kelipatan berapa yang sanggup dipertahankan.”
Lingkungan makro memang sedang menguntungkan TTMI, tapi saya harus tegaskan bahwa kondisi ini juga membawa risiko yang sering diabaikan oleh para investor optimis. Minyak di atas $100 per barel bukan hanya soal permintaan pertahanan, tapi soal beban biaya. Gangguan pengiriman mengacaukan rantai pasok, dan industri manufaktur PCB, yang sangat bergantung pada pergerakan material lintas negara, tidaklah kebal. Di sisi lain, siklus belanja modal (capex) AI memang nyata, dan posisi TTMI sebagai pemasok PCB berlapis untuk pusat data adalah pendapatan asli, bukan sekadar angan-angan. Kedua kekuatan makro ini sedang tarik-menarik, dan pasar sepertinya hanya menghitung keuntungannya saja tanpa melihat bebannya—sebuah kesalahan hitung yang sudah sering saya lihat sebelumnya.
Di sektor pertahanan, peningkatan belanja militer akibat ketegangan geopolitik memang mendukung segmen RF & Komponen Khusus TTM, saya tidak akan membantahnya. Namun, kontrak pertahanan memiliki siklus pengadaan yang panjang, struktur harga “cost-plus” yang membatasi potensi kenaikan, dan bisa sewaktu-waktu ditunda, diatur ulang, atau dinegosiasikan ulang jika prioritas anggaran bergeser. Pasar memperlakukan paparan sektor pertahanan ini seolah-olah sebagai pendorong laba jangka pendek yang instan. Saya lebih melihatnya sebagai pendapatan yang tumbuh pelan—sebagai lantai penyangga, bukan plafon keuntungan.
Ada satu hal psikologis tentang berinvestasi di saham PCB yang jarang dibahas: PCB berada di pusat setiap narasi teknologi—server AI, sistem panduan rudal, kendaraan listrik—namun perusahaan pembuatnya hampir tidak pernah mendapatkan “premium valuasi” seperti pasar akhirnya. Foxconn merakit iPhone, tapi valuasinya tidak sama dengan Apple. Perantara hampir selalu mendapat volume, tapi jarang mendapat margin. TTM adalah perantara. Pertanyaannya, apakah harga saham saat ini sudah lupa akan fakta itu?
Bagaimana dengan angka-angka ke depan? Laba operasi TTMI secara tahunan tidak konsisten. Arus kas bebasnya (free cash flow)—dihitung dari arus kas operasi dikurangi belanja modal—secara historis lebih kecil dari yang terlihat di laporan laba rugi, mengingat kebutuhan belanja modal yang terus-menerus untuk menjaga dan meningkatkan kapasitas pabrik. Arus kas bebas tidak menumpuk seperti di perusahaan software yang ringan aset; uangnya harus disetor kembali ke lantai pabrik. Ini bukan skandal, ini hanya fakta yang perlu Anda sadari saat seseorang bilang saham ini murah berdasarkan laba, karena di sini laba dan arus kas bebas bisa sangat berbeda jauh.
Satu perbandingan yang terus terlintas di kepala saya adalah pola yang sering muncul saat pemasok industri yang spesifik terjebak dalam pusaran narasi sektor yang sedang panas. Pasar menaikkan harga saham berdasarkan cerita sektoral, fundamental mendukungnya sebentar, lalu mean reversion (kembali ke nilai rata-rata) datang tanpa diundang. Saya tidak memprediksi bencana, saya hanya mempertanyakan seberapa tinggi “ketinggian” harga ini.
Jika pendapatan pertahanan TTMI meningkat signifikan dan volume PCB berbasis AI bertahan hingga paruh kedua tahun ini, dengan margin operasi yang terus melebar, maka keraguan saya mungkin terlalu berlebihan. Itulah skenario di mana saya salah, dan saya akan terus memperhatikannya.
Bisnis ini tidak rusak. Tesisnya tidak konyol. Yang saya lawan adalah gagasan bahwa produsen siklikal dengan keterbatasan kekuatan harga ini layak diperdagangkan seolah-olah “angin segar” yang mereka rasakan itu permanen, bukan sekadar cuaca. Angin bisa berubah arah. Tapi pabriknya tetap di tempatnya.
